Monday, October 7, 2013

[FF DeG] Life Blood (chap1)

[Repost]
Title: Life Blood
Author: Meiku
Cast: Diru (guest: exist trace)
Pairing: as always
Genre: fantasy-horror,romance,drama
Rating: PG
Summary: anemia biasa, tapi Toshiya yakin ini ulah....
Disclaimer: aku resmikan fanfic ini asli milikku, ditulis 1oktober 08:12 ,baru selesai pkl 21:00 XD



"Kyaaaaaa!!!"
Teriakan seorang murid menghentikan langkah Kyo dan Shinya di depan pintu kelas di sekolah mereka, Sakura gakuen.
"Pasti ulah Toshiya"
Kyo mendumel lalu menarik knop pintu. Ketika membuka pintu, seorang siswi berlari ke arah Kyo dan Shinya lalu bersembunyi dibalik tubuh Shinya yang kurus. Gemetaran. Gelak tawa terdengar dari siswa yang sudah berada di dalam kelas. Tentu saja Toshiya yang paling keras tertawa sambil memegang perut. Toshiya itu siswa tertinggi di kelas yang memang paling jahil terutama menjahili siswi tadi, Miko. Miko terkenal paling penakut karena itu sering menjadi sasaran empuk bagi Toshiya untuk menakut-nakutinya dengan berbagai cerita horror. Toshiya memang ahli bercerita horror sampai membuat orang yang mendengarnya bergidik sendiri. Tapi bukan berarti dia jahat, hanya sedikit usil. Nah kalau urusan hantu-hantuan Kyo lah yang paling kebal dengan masalah itu. Pasalnya Kyo punya kemampuan melihat berbagai jenis setan gentayangan XD.
Toshiya malah berbalik ngeri melihat Kyo yang berdiri menatapnya lurus dengan tatapan pembunuh. Ough!
"Sudah kubilang kan jangan main-main sama hantu meski itu cuma dalam bentuk cerita!"
Toshiya mundur selangkah saat Kyo melangkah. Biar badan Kyo kelihatan kecil dibanding badan bongsor Toshiya, dia menganggap Kyo lebih serem dari hantu. Beritanya murid smu sebelah ada yg mulutnya dibikin robek Kyo lantaran bilang Kyo kawaii chibi XD.
"Kau tahu ga kalau hantu-hantu itu dengar cerita tentang mereka dibuat lelucon dan marah padamu, hal mengerikan akan menimpamu"  lanjut Kyo, berbicara layaknya paranormal.
"Maaf Kyo,aku kan cuma bercanda" Toshiya mengatupkan tangannya di depan wajahnya.
"Daijoubu?" Shinya khawatir pada Miko.
"Aku takut duduk di bangkuku,kata Toshiya, kalau malam hari ada roh anak kecil yang duduk disana"
Toshiya beneran keterlaluan kali ini. Malah Miko tetep kukuh tidak mau duduk di bangkunya.
"Toshi minta maaf sana! Bilang kalau hantu itu ga duduk disana!" Ancam Kyo.
"Haduh lagian Miko pake percaya ceritaku"
"Minta maaf!"
Akhirnya Toshiya mengalah dan minta maaf sampai Miko mau duduk di tempatnya. Seisi kelaspun duduk karena 5 menit lagi pelajaran dimulai. Tempat duduk Toshiya,Kyo, dan Shinya kebetulan sejajar. Toshiya bicara pada Kyo dengan wajah serius.
"Hey Kyo, kali ini aku serius, katanya di sekolah kita berkeliaran makluk yang lebih mengerikan dari hantu."
"Apa lagi?"
Kyo konsentrasi mengeluarkan buku-bukunya, kurang minat sama cerita Toshiya.
"Beneran deh, katanya makhluk itu suka menghisap darah manusia. Ya bisa dibilang, Vampire. Kebanyakan korbannya itu wanita. Jadi Kyo, jaga Shinya baik-baik"
"Heh??" Shinya menoleh ke arah Toshiya karena merasa terpanggil.
"Iya Shinya harus hati-hati kau kan cantik" Toshiya masih pasang tampang serius.
"Aduh, aku sudah bertemu bermacam makhluk halus, gak ada tuh vampire, kebanyakan nonton horror barat ya?" Kyo sewot.
"Yaelah Kyo kan selama ni yang kamu liat makhluk halus tak kasat mata. Vampire kan berwujud."
"Siapa juga yang percaya?"
"Ada korbannya kok, itu Jyou, cewe di kelas 3-B, dia masih di rumah sakit, kejadiannya waktu dia pulang kemalaman gara-gara ketinggalan kereta."
"Kyo jangan-jangan kali ini Toshiya beneran lagi" biar Shinya tampak tegar dan gak takut sebenarnya lemah juga masalah perhantuan XD.
"Beuh yaudah pulang sekolah kita buktikan. Awas aja kalau cuma bagian dari rencanamu mengerjai kita" ancam Kyo.
"Okeh" langsung diiyakan oleh Toshiya. Dan Shinya, tentu saja ikut secara temen deketnya Kyo.

~~~~~~~

Sepulang sekolah, Toshiya bersama Kyo dan Shinya berangkat bersama menuju rumah sakit tempat Jyou dirawat. Setelah meminta ijin pada keluarganya, mereka pun boleh menjenguk Jyou. Di situ ibu Jyou masih menunggui anaknya yang sedang tertidur.
"Kau lihat kan? Ini pasti ulah Vampire" Toshiya menyakinkan Kyo.
"Maaf, kalau boleh tahu Jyou kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Kyo pada ibu Jyou. Kyo tak mau langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan apa yang Toshiya ceritakan.
"Dokter bilang Jyou anemia, jadi dengan istirahat cukup dan minum obat penambah darah saja lama-lama dia akan pulih kembali." Jawab ibunda Jyou tampak tenang.
"Pasti pekerjaan vampire." Bisik Toshiya.
"Anemia sih penyakit biasa, baka!" Bisik Kyo juga.
Setelah memutuskan akan pulang, mereka pun pamit. Namun
saat Kyo membungkuk hormat, dia memperhatikan ada yang aneh pada leher Jyou yang nampak dari sela-sela rambutnya yang terurai. Seperti bekas luka gigitan tapi..., pikir Kyo ragu.
Sepanjang jalan Kyo terdiam. Tak seperti yang dibayangkan Toshiya kalau Kyo akan marah-marah padanya karena mengira Toshiya berbohong.
Kyo dan Shinya berhenti di depan rumah mereka yang bersebelahan. Selain teman dari kecil dan tetangga, Kyo juga satu-satunya sahabat Shinya.
"ano, Kyo dari tadi kamu diam saja ada apa?"
"hmm Shin-chan, bagaimana kalau apa yang diceritakan Toshiya tentang vampire itu benar?"
"Kyo jangan bilang gitu donk. Kalau Kyo yang bilang gitu, Shin kan jadi takut"
"Bwahahahaha" Kyo tiba-tiba tertawa. "Toshiya kan bilang korbannya kebanyakan wanita jadi kamu jangan takut, kamu kan bukan wanita"
"Tetep aja, gimana kalau vampire itu salah sangka?"
Kyo tertawa lagi. Merasa lucu melihat lugunya Shinya.
"Shin tenang saja, kan ada aku"
Mereka pun masuk ke rumah masing-masing dengan tenang. Hanya Kyo masih kepikiran soal apa yang dia lihat tadi.

***

"Aaaaaaaaaa!!!!"
Malam itu bulan purnama. Seorang wanita menjerit ketakutan hingga kesadarannya hilang, namun tidak ada seorangpun yang mendengar karena kesepian tempat itu. Tidak akan ada pertolongan. Wanita itu terkulai lemas di tanah dengan bercak darah yang mengotori lehernya. Seorang pria berdiri disamping raga yang terbaring tanpa kesadaran. Dia mengusap mulutnya yang masih dikotori darah wanita itu. Seorang pria tegap berambut merah panjang dengan tatapan mata yang kosong. Tanpa ekspresi. Seorang vampire bernama Die. Mengambil darah manusia seolah tanpa perasaan. Kala itu seorang vampire lain datang, berjongkok dan memegang leher wanita itu. Vampire lain  berambut panjang ikal dengan jenggot tipis itu menaikkan alisnya dan tersenyum kecil.
"Kau masih melakukan hal seperti ini? Untuk seorang vampire kau terlalu manusiawi" protes Kaoru yang masih berjongkok dekat tubuh wanita itu.
"Jika kau ingin membunuhnya kenapa tidak selesaikan sendiri?"
"Bukan tipeku mengembat korban vampire lain" Kaoru berdiri menatap Die.
Die memilih mengacuhkan Kaoru dan melangkahkan kakinya pergi. Meski Kaoru satu-satunya vampire yang mau mendekati Die, Kaoru sering membuat Die jengkel dengan selalu memprovokasi Die untuk menghisap darah manusia secara total, sampai habis. Die selalu menolak. Die memilih menghisap darah mereka sedikit saja agar korbannya tetap hidup lalu menghilangkan ingatannya sehingga tak ada yang tahu keberadaannya. Kaoru tertarik pada Die karena tidak seperti vampire-vampire lain yang haus darah dan membunuh korban-korbannya pada malam purnama.

***

"horeeeeeeeeee"
Sorak-sorai kelas 2 Smu yang lebih mirip sorakan anak SD itu memenuhi ruangan aula. Pasalnya sabtu minggu itu mereka akan mengadakan Champ. Dan tentu saja yang paling bersemangat Toshiya dan kawan-kawannya yang terkenal senang mengadakan cerita horror. Mereka bahkan membuat club cerita horror yang tentu saja tidak disahkan sekolah XD. Apalagi bulan purnama sedang terang-terangnya. Nada cemas terdengar dari siswi-siswi yang sering jadi korban ditakut-takuti oleh gengnya Toshiya. Kalau Kyo sih tidak terlalu peduli.
"Shin-chan mau ikut?" Kyo melirik Shinya.
"Hmm, iya. Ini kan acara sekolah."
"Beneran gak apa-apa?" Kyo lebih khawatir pada Shinya. Shinya kan punya asma akut. Takut kalau udara dingin pegunungan membuat penyakitnya kambuh.
"Aku pasti bawa obatnya kok" Shinya bisa mengerti kecemasan Kyo.
"Kyo, gimana kalau ikut cerita horror bareng kita pas champing nanti?" Toshiya merangkul bahu Kyo membujuk. Sebenarnya Kyo memang tertarik dengan hal-hal berbau horror XD.
"Segimana nanti deh" Kyo berlagak gak minat.

~~~~

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Selama hiking Kyo protective pada Shinya lantaran takut penyakit asmanya kambuh. Shinya juga nampak kelelahan. Karena itu saat malam hari, Kyo menyuruh Shinya agar tidur lebih dulu. Untung asmanya tidak kambuh. Toshiya mendatangi tenda Kyo dan mengajaknya ikut rencana Toshiya dan kawan-kawan. Sebenarnya Kyo sangat berminat. Meski awalnya menolak, setelah dibujuk Toshiya dengan setengah memaksa Kyo akhirnya terprovokasi juga. Lagipula Shinya sudah tidur pulas jadi bisa ditinggal dengan tenang.
Toshiya dan kawan-kawan duduk melingkar di dalam tenda mereka. Hanya disinari oleh sebatang lilin untuk menambah kesan horror. Kyo punya segudang kisah horror yang bikin merinding. Toshiya juga tidak kalah menceritakan cerita seru. Sampai akhirnya mereka mengantuk dan tertidur sempurna di dalam tenda.
Di tempat lain, Shinya terbangun karena panggilan alam, kebelet pipis. Tapi sudah tengah malam dan...
"Duh Kyo kemana ya?"
Shinya bingung saat melihat Kyo tidak ada di tendanya. Tengah malam bikin merinding, Shinya butuh seseorang yang menemaninya XD. Tapi apa daya keadaan sudah mendesak. Shinya berjalan keluar mencari-cari tempat yang tepat buat buang air kecil. Cukup jauh dari tenda. Setelah merasa lega, entah mengapa Shinya merasa lebih tegang dibanding keluar dari tenda tadi. Shinya memandang kegelapan di depannya, agak lupa jalan pulang ke tenda. Shinya mencoba menyalakan center, tapi ternyata baterai-nya habis. Tamatlah. Sekelibat bayangan membuat jantung Shinya makin berdebar. Terlihat cahaya bulan purnama dari sela-sela daun pohon yang lebat, ditambah raungan srigala yang seperti dekat tempat itu. Saking tegangnya, hal yang tak diinginkan terjadi, asma Shinya kambuh.
"hhhhhhhh.....nhhhhh" Shinya memegangi dadanya yang sakit. Rasanya nafasnya habis. Kaki Shinya terasa lemas dan Shinya ambruk. Namun terasa ada seseorang menopang tubuh Shinya yang hampir jatuh terlentang di tanah. Mata Shinya agak kabur tapi masih bisa melihat wajah orang itu yang mendekat ke wajahnya. Tangan yang menyentuh wajah Shinya terasa dingin. Mulut Shinya terbuka dan...
"mpppphhhhhh" orang itu memberi nafas buatan sehingga pernafasan Shinya kembali normal dan sadar sepenuhnya.
"Siapa kamu?"
Orang itu berbalik. Tanpa tersenyum sedikitpun.
"Namaku Die"
"Shinyaaaaaa!!!" Kyo berlari menghampiri tempat Shinya sambil membawa center besar. Kyo kaget melihat Shinya yang masih duduk di tanah. "Apa yang terjadi?"
"Kyoooo" Shinya bersemangat kembali setelah tadi merasa tegang.
"Kamu gak apa kan?" Kyo membantu Shinya berdiri. Shinya menggeleng.
"Tadi aku cuma ingin buang air kecil. Asma-ku kambuh dan dia.." mata Shinya mencari-cari "huh??" Shinya terkejut ketika menyadari orang tadi menghilang.
"Kau mencari apa?"
"Tadi aku yakin ada yang menolongku disini, sepertinya sudah pergi Kyo"
"Hah? Siapa?" Kyo bingung siapa yang tengah malam berkeliaran di tempat itu. Mungkinkah warga setempat?
"Yasudahlah yang penting Shinya selamat aku lega. Maaf ya tadi aku meninggalkanmu"
Mereka kembali ke tenda. Namun begitu Shinya masih penasaran dengan orang yang menolongnya tadi hanya menyisakan nama di ingatan Shinya.

~~~~

Die berdiri dari kejauhan memandang Shinya yang semakin menghilang dalam pandangannya. Kaoru datang lagi menghampiri Die yang masih tak bergeming.
"ckckck Kenapa kau tidak jadi menghisap darahnya?"
"Karena dia... mengingatkanku pada seseorang"
"Siapa? Kekasihmu? bwahahaha aku tak menyangka kau bisa jatuh cinta" ledek Kaoru.
Die sudah tahan dengan segala provokasi Kaoru. Ia memilih acuh.
"Bukankah kau juga pernah mencintai manusia?"
Kaoru tersentak. Darimana Die tahu?
"Cih" Kaoru menghilang.
Die tetap berdiri di posisinya. Pikirannya terarah pada Shinya. Die merasa pernah bertemu Shinya sebelumnya.

*************TBC**************

No comments: